Balasan (1)
Dalam hukum Islam, menetapkan upah bagi seseorang yang mengajar Al-Qur'an merupakan masalah yang dibahas dalam berbagai kitab fiqh, termasuk dalam mazhab Syafi'i. Berikut adalah penjelasan mengenai hal ini, termasuk dalil dari hadits dan pandangan dari mazhab Syafi'i:
Hadits yang sering dijadikan rujukan adalah hadits dari Abu Sa'id al-Khudri radhiyallahu โanhu yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dan Muslim. Hadits ini menceritakan tentang beberapa sahabat yang diminta untuk meruqyah seorang kepala suku yang terkena sengatan binatang berbisa. Setelah sembuh, kepala suku tersebut memberi mereka sekawanan kambing sebagai imbalan. Para sahabat menerima imbalan tersebut setelah meminta pendapat kepada Nabi Muhammad SAW. Nabi menyatakan bahwa tindakan mereka adalah sah dan beliau sendiri meminta bagian dari kambing tersebut.
Berikut teks hadits tersebut:
ุนููู ุฃูุจูู ุณูุนููุฏู ุงููุฎูุฏูุฑูููู ููุงูู: ููุงูู ููููุฑู ู ููู ุฃูุตูุญูุงุจู ุงููููุจูููู ๏ทบ ููู ุณูููุฑู ููู ูุฑูููุง ุจูุญูููู ู ููู ุฃูุญูููุงุกู ุงููุนูุฑูุจู ููุงุณูุชูุถูุงูููููู ู ููุฃูุจูููุง ุฃููู ููุถูููููููููู ูุ ููููุฏูุบู ุณููููุฏู ุฐููููู ุงููุญูููู ููุณูุนูููุง ูููู ุจูููููู ุดูููุกู ููุง ููููููุนููู ุดูููุกู ููููุงูู ุจูุนูุถูููู ู: ูููู ุฃูุชูููุชูู ู ููุคูููุงุกู ุงูุฑููููุทู ููุฅููููููู ู ููุฏู ุฃูุชูููุง ู ููู ุงูุณููููุฑู ููุนูููููู ุฃููู ููููููู ุนูููุฏูููู ู ุจูุนูุถู ุดูููุกู ููุฃูุชูููููู ู ููููุงูููุง: ููุง ุฃููููููุง ุงูุฑููููุทู ุฅูููู ุณููููุฏู ุญููููููุง ููุฏูุบู ููุณูุนูููููุง ูููู ุจูููููู ุดูููุกู ููุง ููููููุนููู ุดูููุกู ูููููู ุนูููุฏู ุฃูุญูุฏู ู ูููููู ู ู ููู ุดูููุกูุ ููููุงูู ุจูุนูุถูููู ู: ููุนูู ู ููุงูููููู ุฅููููู ููุฃูุฑูููู ูููููููู ููุงูููููู ููููุฏู ุงุณูุชูุถูููููุงููู ู ููููู ู ุชูุถูููููููููุง ููู ูุง ุฃูููุง ุจูุฑูุงูู ููููู ู ุญูุชููู ุชูุฌูุนููููุง ููููุง ุฌูุนูููุง ููุตูุงููุญููููู ู ุนูููู ููุทููุนู ู ููู ุงููุบูููู ู ููุงููุทููููู ููุชููููู ุนููููููู ููููููุฑูุฃู ุงููุญูู ูุฏู ููููููู ุฑูุจูู ุงููุนูุงููู ูููู ููููุฃููููู ูุง ููุดูุทู ู ููู ุนูููุงูู ููุงููุทููููู ููู ูุดูู ููู ูุง ุจููู ููููุจูุฉู ููุงูู ููุฃูููููููููู ู ุฌูุนูููููู ู ุงูููุฐูู ุตูุงููุญููููู ู ุนููููููู ููููุงูู ุจูุนูุถูููู ู: ุงููุณูู ููุง ููููุงูู ุงูููุฐูู ุฑูููู: ููุง ุชูููุนููููุง ุญูุชููู ููุฃูุชููู ุงููููุจูููู ๏ทบ ููููุฐูููุฑู ูููู ุงูููุฐูู ููุงูู ููููููุธูุฑู ู ูุง ููุฃูู ูุฑูููุง ููุตูุงุฑููุง ุฅูููู ุงููููุจูููู ๏ทบ ููุฐูููุฑููุง ูููู ููููุงูู: ููู ูุง ููุฏูุฑูููู ุฃููููููุง ุฑูููููุฉูุ ุซูู ูู ููุงูู: ููุฏู ุฃูุตูุจูุชูู ู ุงููุณูู ููุง ููุงุถูุฑูุจููุง ููู ู ูุนูููู ู ุณูููู ูุง.
Artinya:
Dari Abu Sa'id al-Khudri, ia berkata, "Beberapa sahabat Nabi SAW dalam suatu perjalanan melewati perkampungan Arab, lalu mereka meminta jamuan, tetapi penduduk kampung tersebut menolak untuk menjamu mereka. Lalu kepala kampung itu terkena sengatan binatang berbisa. Mereka mencoba berbagai cara untuk mengobatinya tetapi tidak berhasil. Salah seorang sahabat berkata, 'Mungkin sebaiknya kalian mendatangi para sahabat itu, mungkin mereka bisa membantu.' Maka mereka mendatangi sahabat dan bertanya, 'Apakah ada di antara kalian yang bisa meruqyah?' Salah seorang dari mereka berkata, 'Ya, aku bisa, tetapi kami meminta imbalan.' Mereka sepakat memberikan sekawanan kambing sebagai imbalan. Sahabat tersebut meruqyah kepala kampung itu dengan membacakan surat Al-Fatihah. Segera setelah itu, kepala kampung itu sembuh. Kemudian mereka memberikan sekawanan kambing yang dijanjikan. Beberapa sahabat berkata, 'Bagilah kambing ini.' Sahabat yang meruqyah berkata, 'Jangan kita bagi sampai kita bertemu Nabi dan menceritakan hal ini kepada beliau.' Mereka pun mendatangi Nabi dan menceritakan apa yang terjadi. Nabi bertanya, 'Bagaimana kamu tahu bahwa Al-Fatihah adalah ruqyah?' Kemudian Nabi berkata, 'Kamu benar, bagi dan berikan aku bagian dari kambing itu.'"
Ulama madzhab Syafi'i membolehkan mengambil upah dari mengajar Al-Qur'an. Ini berdasarkan beberapa alasan:
1. Mengajar Al-Qur'an memiliki manfaat besar dalam menumbuhkan pemahaman agama dan menjaga akidah umat Islam.
2. Para pengajar Al-Qur'an juga memerlukan nafkah untuk kehidupan sehari-hari.
3. Sebagaimana yang telah dijelaskan di atas, ada hadits yang membolehkan menerima imbalan atas jasa yang diberikan dalam urusan agama, seperti ruqyah dengan Al-Qur'an.
Referensi dari kitab-kitab fiqh mazhab Syafi'i seperti "Al-Majmu' Syarh al-Muhadhdhab" oleh Imam an-Nawawi menyatakan bahwa menerima upah dari mengajar Al-Qur'an adalah mubah (boleh), dengan syarat tidak disertai niat memperjualbelikan ayat-ayat Allah.
Secara umum, dalam mazhab Syafi'i, mengajar Al-Qur'an dan menerima upah untuk itu diperbolehkan, selama tidak melanggar prinsip-prinsip syariah dan tidak merubah niat ibadah menjadi semata-mata untuk mencari dunia. Pendapat ini didukung oleh dalil-dalil dari hadits dan pemahaman para ulama dalam fiqh.